Dubai Nomor 4 Sebagai Kota yang Paling Sering Dikunjungi di Dunia

Berdasarkan Mastercard’s Global Destination Cities Index (GDCI) 2018, Dubai tetap mempertahankan peringkatnya sebagai kota keempat yang paling sering dikunjungi di dunia. (Foto: Fredrik Öhlander/Unsplash.com)

Jakarta: Dubai, salah satu kota dengan wisata yang atraktif, luas, serta menantang mempertahankan peringkatnya sebagai kota keempat yang paling sering dikunjungi di dunia untuk empat tahun berturut-turut. Data ini didapat berdasarkan Mastercard’s Global Destination Cities Index (GDCI) 2018.

Tahun lalu, Dubai telah menyambut 15,79 juta pengunjung yang bermalam di Dubai dengan proyeksi tingkat pertumbuhan sebesar 5,5 persen dengan rata-rata lama tinggal 3,5 malam, para Emirati diharapakan untuk menyaksikan perkembangan lainnya di tahun 2018.

Dubai juga berada dalam peringkat tertinggi di daftar kota di dunia dengan jumlah pengunjung transit terbanyak selama tiga tahun berturut-turut, dengan total pembelanjaan pengunjung internasional sebesar Rp45 triliun pada tahun 2017.

(Baca juga: Dubai Tumbuh Sebagai Pusat Layanan Kesehatan)

CEO Dubai Corporation for Tourism and Commerce Marketing (DCTCM), Issam Kazim menambahkan, “Mastercard Global Destination Cities Index 2018 mengonfirmasi bahwa Dubai berada peringkat keempat sebagai kota yang paling banyak dikunjungi di dunia.”

“Memperkuat keberhasilan inisiatif bersama yang telah kami lakukan selama 12 bulan terakhir dalam kerjasama dengan pemerintahan dan sektor swasta. Dengan fokus menyoroti penawaran Dubai dengan mendorong pengunjung untuk melihat lebih luas ikon kota Dubai,” ujar Issam Kazim.

Ia juga menambahkan bahwa kota Dubai yang terus menjadi destinasi wajib dikunjungi kembali. Berbagai atraksi dan pengalaman baru telah berkontribusi pada keberhasilan ini – dari aspek budaya, seni hingga sejarah dan warisan seperti pembaruan untuk atraksi.

“Sektor ritel juga semakin meningkatkan penawarannya, menghadirkan pengunjung berbagai kesempatan untuk mengalami pengalaman berbelanja, aktivitas dan penawaran.”

(TIN)

Kota Pusaka di Pesisir Jawa

Penjaga stan memperlihatkan kain batik Lasem. (Foto: Antara/R. Rekotomo)

Jakarta: Kecamatan Lasem, Jawa Tengah terkenal dengan perpaduan tiga kebudayaan, yaitu Jawa, Tiongkok, dan Madura. Namun masyarakatnya hidup akur berdampingan. 

Berdasarkan perbaduan kebudayaan tersebut, Lasem memiliki tarian modern yang diadaptasi dari ragam unsur budaya yang ada di Lasem. Tarian ini bernama tarian tiga warna. 

Selanjutnya, Lasem terkenal akan batiknya. Batik Lasem mengandung unsur perpaduan tiga budaya, yakni Jawa, Tiongkok, dan Madura. 

Batik Lasem memiliki ciri khas warna yang cerah dengan lambang ukiran ada burungnya. Lambang burung ini mengartikan adanya rasa toleransi dan keberagaman.

Selain itu, kuliner dari Lasem juga mampu menarik para wisatawan meskipun sudah hampir punah. Kuliner tersebut bernama Yopia.

Yopia merupakan jenis makanan kering berkulit tipis berisi gula Jawa. Ahli warisnya, Siek Tian Nio alias Waras, 72 tahun, memproduksi yopia saban hari dibantu anak dan mantunya. 

Wara memproduksi yopia di dapur rumah kuno yang diprediksi berumur seratusan tahun di kawasan Dusun Karangturi, Lasem. Selain Yopia, ada juga lontong tuyuhan. Makanan tradisonal khas Lasem yang dicampurkan dengan kuah kare dan juga sate.

Saksikan selengkapnya dalam program Idenesia pada hari Minggu 21 Oktober 2018 pukul 21.30 WIB hanya di Metro TV.

(ROS)