“Efek Samping” Pameran Kelompok 25 Perempuan Seniman

Pameran kelompok 25 perempuan perupa di Indonesia, “Efek Samping” resmi dibuka Sabtu, 20 Oktober lalu. Pameran ini bisa dinikmati sampai 9 November 2018, di Karja Art Space, Ubud, Bali.

Digagas dan diselenggarakan oleh Futuwonder sebuah kolektif lintas disiplin, pameran ini merupakan salah satu program dari proyek seni “Masa Subur” yang ditujukan untuk memantik tumbuh suburnya peran aktif perempuan pekerja seni di wilayah seni rupa kontemporer.

Pameran ini dibuka oleh Ayu Laksmi dan Sinta Tantra (seniman Britania Raya keturunan Bali). “Masa Subur: Efek Samping” Futuwonder sebagai sebuah kolektif baru dibentuk pada awal tahun 2018 oleh 4 perempuan pekerja seni dari berbagai latar belakang profesi.

Mereka adalah Citra Sasmita (perupa), Putu Sridiniari (konsultan desain lepas), Savitri Sastrawan (kurator/penulis), dan Ruth Onduko (manajer seni). Proyek Masa Subur adalah gagasan awal dari rangkaian program yang telah mereka kerjakan sejak pertengahan tahun 2018, salah satunya adalah penyelenggaraan pameran yang pesertanya adalah perempuan pekerja seni.

“Awalnya proyek seni ini kami ajukan untuk salah satu hibah seni tapi sayangnya tidak lolos. Meskipun dana hibah tidak turun, kami tetap melanjutkan proyek ini secara swadaya dan swadana, kami punya visi dan misi ke depan yang kami yakini penting bagi tumbuh suburnya peran aktif perempuan di wilayah seni rupa kontemporer, khususnya di Bali,” ucap Ruth Onduko.

“Pameran bisa menjadi pemantik bagi pelaku seni lainnya untuk melakukan hal serupa, saling mendukung, bekerjasama agar tercipta eksositem seni oleh dan untuk perempuan semakin progresif dari sisi kualitas dan kuantitas. “Masa Subur” adalah momentum bagi para pekerja seni khususnya perempuan untuk tumbuh berkembang,” tambah Ruth Onduko.

Terus berdiskusi, masing-masing anggota Futuwonder memetakan permasalahan yang terjadi dalam situasi berkesenian para perempuan seniman berdasarkan pengalamannya di Bali.

Permasalahan yang dihadapi perempuan dalam dunia seni rupa global

“Representasi perempuan seniman di Bali sangat minim dan hampir tidak ada konsolidasi untuk merubah keadaan. Situasi ini menjadi status quo, sesuatu yang niscaya atau istilah Bali-nya: nak mule keto (sudah dari dulu begitu). Ekosistem kesenian tidak berkembang untuk mengakomodir perempuan seniman selain itu tuntutan kewajiban di institusi keluarga maupun adat menghambat pergaulan di ranah kreatif dan intelektual,” ungkap Putu Sridiniari.

Futuwonder melihat bahwa ada banyak potensi dari perempuan pekerja seni di Bali yang sangat baik namun secara kuantitas mereka jarang muncul di event-event pameran kontemporer yang ada di Bali.

“Sebagian besar perempuan pekerja seni yang menghadirkan antithesis dari selera estetika dalam arus utama seni rupa pun menghadapi beberapa tantangan seperti sulitnya apresiasi dan kesempatan memamerkan karya dalam ruang yang representatif di mana berbagai ide
dapat bertemu sehingga memantik diskursus karya-karya perempuan pekerja seni dapat berjalan dinamis, menjadikan perempuan turut aktif dalam memberikan sumbangsih pengetahuan dan wacana dalam dunia seni rupa.”

Wacana perempuan dalam seni rupa pun kerap kali dianggap wacana yang sifatnya insidental karena terpengaruh trend feminisme yang sedang bekerja dalam situasi politik dunia, sehingga alih-alih masyarakat bisa menikmati karya seni secara objektif namun yang menjadi “efek samping” adalah adanya kecurigaan dalam pembacaan karya perempuan yang selalu diasosiasikan dengan visual banal dan radikal.

Atau merupakan hal yang tidak perlu dibesar-besarkan karena hanya menghadirkan ekspresi personal yang tidak akan memberikan dampak secara luas dalam pembacaan wacana seni rupa. Citra Sasmita menambahkan permasalahan yang dihadapi perempuan dalam dunia seni
rupa global.

Proyek Masa Subur mencoba menghadirkan produktifitas perempuan pekerja seni yang tidak hanya aktif berkarya namun aktif juga dalam memproduksi ide dan gagasan.

Futuwonder tawarkan metode Program Kurasi Kolektif (PKK)

Futuwonder dalam seleksi karya menawarkan metode yang disebut PKK (Program Kurasi Kolektif), sebuah metode untuk memberikan penilaian dan pemilihan karya peserta Open Call berdasarkan beberapa kriteria yang disepakati oleh Futuwonder, yaitu visual dan kecakapan peserta dalam membuat karya seni, gagasan dan korelasi karya dengan tema besar “Masa Subur”.

Tercatat lebih dari 100 aplikasi dari berbagai kota dan daerah di Indonesia, tidak hanya peserta dari Jawa dan Bali namun peserta dari Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi juga turut mengirimkan karya dan ide terbaik mereka dalam mengangkat permasalahan keperempuanan, pengalaman sosial dan kultural serta tantangan yang mereka hadapi sebagai perempuan.

Seniman yang akhirnya terpilih dari proses seleksi PKK adalah Ika Yunita Soegoro, Ni Luh Listya Wahyuni, Sekar Puti, Santy Wai Zakaria, Siti Nur Qomariah, Patricia Paramita, Nuri F.Y, Tactic Plastic Project, Findy Tia Anggraini, A.Y Sekar F, Christine Mandasari Dwijayanti, Venty Vergianti, Irene Febry, Osyadha Ramadhana, Evy Yonathan, Caron Toshiko Monica, Khairani Larasati Imania, Luna Dian Setya, Dea Widya, Sumie Isashi, dan Salima Hakim.

Sedangkan seniman undangan yang dipilih untuk merepsons tema “Masa Subur” adalah Mangku Muriati, Ika Vantiani, Andita Purnama dan Citra Sasmita.

Sebagai anggota Futuwonder yang berkecimpung di dunia kuratorial Savitri Sastrawan menjelaskan bahwa pameran “Efek Samping” adalah pameran yang menghadirkan kekaryaan perempuan pekerja seni Indonesia saat ini, sembari memperkaya penulisan dokumentasi
peristiwa seni rupa oleh perempuan pekerja seni.

“Saat Open Call, kami menekankan bahwa yang kami cari adalah karya dari disiplin apapun dalam bentuk dua dimensi. Kami tidak ingin terpaku pada satu disiplin saja mengingat seni rupa sudah berkembang banyak metode-metodenya. Karena yang diterima sesuai harapan, Efek Samping dapat dibentuk menjadi pameran seni yang lintas disiplin.”

“Eksplorasi material maupun gagasan ada banyak macam dari yang sifatnya kerajinan seperti keramik, desain seperti desain grafis, sampai yang seni murni seperti lukisan. Melalui karya-karya mereka juga, kami dapat menjawab Efek Samping itu bersama,” Jelas Savitri.

Salah satu peserta undangan SBOBET adalah Mangku Muriati pelukis gaya klasik Wayang Kamasan yang karyanya mengangkat tema di luar kebiasaan Wayang Kamasan pada umumnya. Karya Mangku Muriati yang menggambarkan kehidupan perempuan masa kini sebagai wanita karier.

Lalu ada karya Irene Febry, seri The Gender Issue, yang menggunakan material kertas sebagai metode “bahasa” untuk menyampaikan gagasannya. Karyanya memaparkan perbedaan gender yang keduanya mempunyai posisi sama penting.

Medium tekstil dan proses menjahit sebagai metode menulis ulang sebuah sejarah juga hadir di beberapa karya pameran Efek Samping. Tekstil sangatlah dekat dengan keseharian kita dan kecenderungan ditemukan dalam bentuk tradisi.

Seperti Her story: Let’s start from the beginning, shall we? oleh Salima Hakim mengilustrasi ulang evolusi manusia dalam ‘jenis’ perempuan daripada laki-laki yang telah kita kenal lama.

Penggunaan foto-bordir muncul di karya Dea Widya, mengangkat eksistensi perempuan pada sejarah, yakni keberadaan para Nyai, seperti ‘perempuan yang dihapus namanya’ dalam sejarah.

Karya dua foto-bordir ini seperti mendistorsi image perempuan di masa lalu, dengan sentuhan ‘ambigu’. Permainan komposisi, efek bayangan menimbulkan narasi baru di mana idenitas pada masa itu juga ‘ambigu’.

25 seniman yang berpameran di pameran Efek Samping ini mempunyai gaya, metode, pilihan medium, cara tutur dan tema yang beragam dan menarik.

Selain pameran, hadir juga rangkaian acara diskusi “Tumbuh Subur: Tantangan Perempuan di Seni Rupa” yang menghadirkan Saras Dewi (dosen filsafat) dan Sinta Tantra (seniman), juga workshop Happy Plastic bersama Tactic Plastic Project di pertengahan Oktober 2018 Lalu.

Pameran ini juga turut memeriahkan gelaran festival literasi UWRF sebagai salah satu art exhibiton program dan bagian dari Bali Arts Road program sampingan Art Bali 2018.

Serunya Merayakan Halloween di CP dan Neo Soho Mall

Jakarta: Menyambut momen Halloween, Central Park dan Neo Soho Mall menghadirkan acara bertajuk Halloween Pumpkin Patch Festival pada 19-31 Oktober 2018.

Senior Marketing Communication Manager Central Park dan Neo Soho Mall Silviyanti Dwi Aryati mengatakan, beragam aktivitas diselenggarakan untuk memeriahkan momen Halloween. Salah satunya, menyediakan 500 buah labu kuning asli untuk membawa suasana Halloween semakin terasa di Tribeca Park, Central Park Mall, Jakarta.

“Kali ini kami menyuguhkan ratusan pumpkin asli di Tribeca Park untuk menjadikan Halloween menjadi momen yang tak terlupakan,” kata Silviyanti dalam keterangan tertulis, Senin, 29 Oktober 2018.

Selain itu, Eco Skywalk di Neo Soho Mall juga akan dihiasi Pumpkin Playground.  Rangkaian Halloween Pumpkin Patch Festival Central Park dan Neo Soho Mall menawarkan program acara menarik dan menyenangkan.

Apa saja acaranya?

Ada yang berbeda dari perayaan momen Halloween tahun ini, yaitu keberadaan Kuda poni bernama Grace, Namie, dan Febi. Kuda tersebut datang langsung dari Skotlandia akan hadir di Tribeca Plaza.

Para pengunjung sbobet indonesia dengan berat badan maksimum 25 kg dapat mengitari area berkuda sebanyak 2 putaran. Para pengunjung juga dapat memberikan makan kuda poni tersebut secara langsung dan main panahan hanya dengan membayar Rp55 ribu.

Halloween Parade (27 Oktober 2018)

Acara Halloween Parade diperuntukkan bagi anak usia 4-12 tahun. Peserta akan berlomba memakai kostum khas Halloween yang unik dan lucu di acara Halloween Parade.
Anak-anak akan parade mengelilingi Neo Soho Mall diawali di Eco Skywalk dan diakhiri di Jakarta Aquarium. Bagi anak-anak yang paling kreatif dan cocok dengan tema Halloween, akan mendapatkan hadiah total Rp7,5 juta untuk 6 pemenang.

Ballon Man dan Magician For Hallowen (27-28 Oktober 2018)

Penampilan dari atraksi-atraksi dan sulap dikemas dalam acara Balloon Man & Magician. Para pengunjung dapat menyaksikan berbagai pertunjukan tersebut secara gratis.

Little Halloween Photo Competition (27-31 Oktober 2018)

Pengunjung dapat mengikuti Little Halloween Photo Competition. Peserta cukup berfoto dengan nuansa Halloween di dekorasi Halloween Pumpkin Patch Festival di Eco Skywalk maupun Tribeca Park.

Foto tersebut diunggah melalui akun Instagram dengan mention @Centralparkmall @Neosohomall dan menyertakan tagar #LITTLEHALLOWEEN2018. Ajak juga tiga teman untuk follow dan mengikuti kompetisi ini. Bagi 10 foto terbaik berhak mendapatkan Shopping Voucher total senilai Rp2 juta dari Central Park dan Neo Soho Mall.

Halloween Costume Competition (28 Oktober 2018)

Para pengunjung dapat memamerkan kepiawaian mendesain kostum tema Halloween. Terpilih 20 orang yang dapat langsung memeragakan karyanya di panggung Tribeca Park. Peserta dengan kostum terbaik mendapatkan uang tunai total Rp6 juta. Acara ini dimulai pada pukul 16.00 WIB di Tribeca Park.

Pumpkin Decorating Competition (28 Oktober 2018)

Para pengunjung Central Park dan Neo Soho Mall dapat menyalurkan kreativitasnya dengan menghias Pumpkin yang disediakan tim penyelenggara. Para peserta yang hadir merupakan murid dari Hadiprana Art Centre. Kreativitas terunik mendapatkan hadiah Rp6 juta dan diumumkan di Tribeca Park.

Halloween Sempoa Competition (28 Oktober 2018)

Selain menampilkan acara yang menghibur, Central Park dan Neo Soho Mall juga mengadakan acara edukatif. Para pengunjung dapat membawa buah hati untuk mengikuti Halloween Sempoa Competition. Mulai pukul 12.00 WIB di Neo Hype, akan dipenuhi anak-anak dari Sempoa Sip yang merupakan partner acara Halloween Sempoa Competition untuk mendapatkan hadiah spesial bagi peserta terbaik.

(ROS)

Resep Nasi Tahu Campur Bumbu Kacang

Sedang mencari aneka makanan berbumbu kacang? Mengapa tidak mencoba resep Nasi tahu campur berbumbu kacang. Simak yuk cara membuatnya. (Foto: Dok. Asri Kartini/@imajinasi_asri)

Jakarta: Sedang mencari aneka makanan berbumbu kacang? Mengapa tidak mencoba resep yang mudah dan cukup sederhana ini.

Tahu campur berbumbu kacang tentu saja ditemani dengan nasi menjadikan santapan yang segar dan nikmat. Coba membuatnya di rumah tak sulit karena bahan-bahannya mudah Anda temui serta cukup murah. Berikut ini resep yang bisa Anda coba. 

Bahan: 
3 buah tahu (potong kecil-kecil dan goreng setengah matang) 
1 mangkuk nasi (satu porsi nasi) 
Tauge secukupnya (seduh dengan air panas) 

(Baca juga: Resep Nasi Goreng Udang Nanas yang Lezat dan Segar)

Bumbu kacang: 
5 cabai rawit (sesuai selera) 
1 siung bawang putih 
3 sdm kacang tanah goreng 
1 sdm irisan gula merah 
2 sdm air 
kecap manis 
Terasi sejumput 
Garam secukupnya 

Bahan taburan: 
Bawang goreng 
Irisan daun seledri 
Jeruk sambal 

Caranya membuat: 
 1. Ulek cabai, bawang putih dan kacang, tambah terasi, garam, gula merah sampai halus.  
 2. Cicipi rasa, berikan air. 
 3. Taruh nasi di atas piring, tahu di atasnya, lalu tauge, siram dengan ulekan kacang. 
 5. Beri taburan bawang goreng, potongan daun seledri, kecap secukupnya dan beri perasan jeruk sambal atau jeruk nipis. Selamat menikmati Nasi Tahu Campur Bumbu Kacang ala Imaginasi Asri yang bisa Anda sontek dari @imajinasi_asri.

Resep oleh Asri Kartini

(TIN)

Jadi Latah Nikmati Gelato ala Eat Pray Love

ROMA :  Suhu udara malam sekitar enam derajat Celcius. Dingin sekali.  Tetapi, sebelum beranjak tidur, kami ingin mengakhiri segala aktivitas hari itu dengan ‘ritual’ ngemut-ngemut es. Kami pun memutuskan menyerbu Il Gelato di San Crispino.

Jaraknya, hanya 170 meter dari air mancur Fontana di Trevi. Saat kami tiba sekitar pukul 20.00, seorang pria melayani kami. Senyum pria berwajah India itu mengembang. Kebetulan, hanya rombongan kami yang datang ke tokonya. Saat itu.

Lokasi di Il Crispino memang tidak jauh dari salah satu lokasi turisme di Kota Roma itu. Pagi, siang bahkan malam, lokasi ini selalu dipenuhi wisatawan asing yang potensial menjadi pelanggan kedai. Tidak heran Il Crispino tetap buka di malam hari yang basah.

Pemilik Il Crispino mungkin paham. Di malam seperti itu pun, akan ada saja turis yang mau menikmati gelato terutama wisatawan dari negeri tropis seperti Asia Tenggara termasuk Indonesia. Turis dari Asia tentulah punya karakter tersendiri.  Seperti kami, tidak peduli malam hari dan cuaca dingin, Il Crispino tetap kami kunjungi.

Saya pun menduga penjual di Roma familiar dengan karakter turis Indonesia. Saya sempat bertemu beberapa penjual cendera mata yang coba berbicara atau sekadar menyapa dengan bahasa Indonesia setelah tahu kami dari Indonesia. Begitu pun saat kami berpapasan dengan seorang petugas survei dari LSM setempat. Di toko kaus sebelah air mancur Fontana di Trevi, saya juga bertemu seorang pelayan toko yang cukup  fasih berbahasa Indonesia.

Latah Eat Pray Love
Sebenarnya kedai gelato banyak tersebar di Kota Roma. Seharian, saat kami menyusuri kota, beberapa kali kami melewati kedai gelato. Desain kafenya menarik dan antik. Tetapi kami tidak peduli.  Hanya Il San Crispino yang tampaknya wajib  kami sambangi.  Padahal interior dan eksterior kedainya biasa banget.

Ya, kami latah seperti turis lain yang datang ke sini.

Gelato Il San Crispino adalah salah satu kedai gelato paling terkenal seantero dunia. Namanya melambung gara-gara novel Eat Pray Love (2006) karya Elizabeth Gilbert yang kemudian diangkat ke layar lebar dan dibintangi Julia Roberts (2010).

Dalam film itu, Julia Roberts berperan sebagai Elizabeth Gilbert yang melancong ke India, Italia dan Indonesia untuk melepaskan diri dari depresi setelah perceraian. Gelato di Il San Crispino menjadi salah satu tempat yang kerap disinggahi dalam petualangan kuliner Gilbert di Negeri Pizza itu.

Dalam novel, Gilbert digambarkan tiga kali sehari datang ke II San Crispino. Biasanya ia kemudian mengemut gelato sambil menikmati pemandangan di  taman Villa Borghese dan Piazza del Popolo. Kesukaannya dengan tempat ini rupanya merasuki fans dan  pencinta bukunya.


Julia Roberts dalam film Eat Pray Love.

II Crispino menjelma bagai situs ziarah bagi para penggemar  Eat Pray Love. Rata-rata, perempuan yang datang. Mereka mungkin terlalu baper dengan adegan-adegan di novel itu.

“Kami sering kedatangan turis asing perempuan  yang datang setelah membaca buku itu. Bahkan kadang, ketika datang, buku itu ada di tangan mereka,” kata Paquale Alongi, pemilik II San Crispino bercerita kepada Telegraph. Ini wawancara lama sih. Waktu 2010.

“Julia Roberts datang di sela-sela syuting (Eat Pray Love). Dan dia secantik yang digambarkan selama ini,” katanya lagi.

Baca Sebelum Kantong Bocor

Pelayan di gelato Il San Crispino mempersilakan kami membaca dulu menu sebelum memesan gelato. Di Il San Crispino, mereka menyediakan  berbagai rasa gelato. Coklat, pisang, kopi, vanilla dan varian serta kombinasi lain.

Ukurannya juga macam-macam.  Yang paling kecil mereka sebut ukuran ‘bayi’. Entah mungkin ini strategi pemasaran juga, agar pengunjung yang datang condong membeli ukuran sedang atau besar karena tidak mau disebut ‘bayi’. Maaf, ini pikiran negatif saya saja.

Tapi kami tidak peduli. Kami ber 12 memang cuma ingin tahu rasanya. Ibaratnya menggugurkan satu dari sekian ‘kewajiban’ turis saat ke Roma. Seperti, menjelajahi Colloseum, mengunjungi Fontana di Trevi, Vatikan, Castle Sant Angelo, Stadion Olympico dan lain-lain, sesuai minat masing-masing.  Lagi pula, malam dingin begini konsumsi banyak-banyak es, juga agak kurang kerjaan kayaknya. 

Mangkuk (cup) ukuran ‘bayi’ dibandrol EURO 2,75 atau sekitar Rp46 ribu.  Soal, harga selebihnya bisa dilihat di gambar di bawah ini.


Intinya mangkuk paling besar ukurannya kira-kira seperti mangkuk bakso. Kata orang Italia, biasanya mereka menikmati gelato sambil jalan-jalan, bukan duduk di kedai. Pantas, di  toko gelato di San Crispino tidak menyediakan tempat duduk. Tetapi, di tempat lain ada yang menyediakan.

Konflik Turis dan Toko Gelato
Saat di negara lain, ada dua hal yang bisa bikin runyam karena ketidakpekaan atau ketidaktahuan terhadap kebiasaan masyarakat di satu tempat;  Kesusilaan, dan jual-beli.  Yang pertama bisa bikin babak belur, yang kedua, bikin fulus meluncur.

Ini dialami empat turis Inggris waktu mencicipi gelato di Antica Roma geletaria. Kedai ini dekat Spanish Steps, salah satu atraksi pariwisata Kota Roma. Mereka komplain karena harus mengeluarkan EURO 54 untuk empat mangkuk gelato. Satu mangkuk dihargai EURO 16.00 atau sekitar Rp270 ribu. Mau pingsan enggak tuh!

Mereka merasa digetok. Padahal, sudah berusaha meminimalisir harga dengan tidak meminta tambahan (topping), dan duduk di kafe. Di kafe gelato,  jika Kamu duduk, harga gelato akan lebih mahal. Jadi empat turis itu pesan gelato untuk dibawa pergi.  “Lagi pula rasanya enggak istimewa juga,” kata salah satunya, Stephen Bannister (68). Masing-masing mereka memesan gelato dengan tiga rasa yang dilengkapi potongan wafer.

Pihak kafe, membela diri. Mereka menunjukkan bahwa ada daftar harga yang jelas dipampang. “Lagi pula satu mangkuk yang mereka pesan beratnya setengah kilo lebih. Satu mangkuk berisi empat atau lima sendok. Apa lagi yang mereka inginkan,” kata salah satu pelayan, yang tidak mau identitasnya disebut.

 Ceritanya viral. Sampai-sampai diulas media Inggris yang terkenal nyinyir dan suka mencibir.  Luar biasanya, Pemerintah Kota Roma sampai turun tangan. “ Walikota prihatin mendengar kabar ini. Dia meminta kami untuk menerima permohonan maafnya. Dia ingin mengundang kami lagi ke Roma,” kata Bannister.

Setahun berikutnya, 2014, giliran tiga turis Amerika yang merasa dikerjai. Kali ini Bar Il Caffe di dekat Trevi Fontain tertuduhnya. Mereka komplain keras karena dikasih tagihan EURO 42 untuk tiga es krim dan sebotol air. Besoknya mereka kembali lagi. Bawa polisi segala. Tetapi di lokasi mereka ditunjukan lagi bahwa di daftar menu jelas terpampang harga, bahwa satu es krim seharga EURO13  atau sekitar Rp200 ribu.
 
BACA JUGA: Bayang-Bayang Syahrini di Via Condotti 

Bicara Rasa Gelatonya
Nah berbekal kisah itu, saya sangat hati-hati saat menyambangi kedai gelato di Il San Crispino. Baru datang saya langsung memelototi daftar harga. Jangan sampai terjebak, bisik saya dalam hati.

Akhirnya saya pilih gelato yang agak berwarna hijau, rasanya seperti kacang hijau. Terbuat dari Pistachio.  Sejenis kacang yang katanya tumbuh di Turkmenistan, Azerbaizan dan Iran. Cukup memesan ukuran bayi.

Bagaimana rasanya?  Buat saya sih biasa saja. Tidak istimewa. Teksturnya lebih kasar dari es krim.  Gelato dan es krim memang beda toh!? Gelato agak ngelawan,” kata teman yang biasa saya panggil Kak Ros. Maksudnya ngelawan itu, teksturnya agak kenyal dan enggak langsung meleleh. “Agak perlu dikunyah sedikit,” bilang Kak Ros lagi.

Buat saya, sebenarnya saya kurang semangat mengulas soal rasa gelatonya. Referensi saya mentok. Takut enggak mewakili.  Soal es krim, saja referensi saya hanya es krim Woody, Diamond, dan paling sering es krim McD. Pernah sih coba Baskin Robbin,  Haagen-Dazs. Semuanya bagi saya maknyus.

Kalau saya, lebih suka es krim ketimbang gelato. Lebih lembut. Makanya waktu lihat ada es krim di konter cokelat Lindt di pusat belanja Castle Romano, di pinggir Kota Roma, saya antusias banget. Apalagi melihat penampakan cokelatnya yang terlihat sangat lembut. Lindt ini merek cokelat asal Swiss.

Rasa coklat dan kelembutannya memang nyoi. Coklatnya sedikit lebih pekat dari es krim Ragusa. Namun, saya pernah mencicipi coklat serupa di konter gelato yang ada di Mal Botani Square, Bogor. Dan, 11-12 rasanya. Sama enaknya, sama lembutnya. 

Di sinilah saya jadi sangat bersyukur jadi orang Indonesia. Di Indonesia kita bisa menikmati kuliner dari negeri manapun, dengan rasa yang relatif sama saja dengan kelezatan kuliner di negeri asalnya.

Kita bisa makan burger di negara mana pun, rasanya tidak jauh berbeda dengan yang kita rasakan di Indonesia. Pizza yang saya anggap istimewa pun kalau di Italia, ternyata rasanya sama saja dengan pizza Domino, atau Pizza Hut yang biasa saya nikmati kalau ada teman yang resign dari kantor.

Tapi, coba cari nasi uduk di Belanda, Italia, Amerika. Coba makan gado-gado, nasi goreng, mi goreng, atau combro, timus, getuk, telor balado, rendang,  bubur cianjur, bubur cirebon, soto lamongan, soto Makassar, ayam geprek. Pokoknya banyak deh. Cari saja makanan-makanan itu  di luar negeri. Kalau ada rasanya hampir pasti, beda dengan yang di sini.

Kesimpulannya di Indonesia kita gampang menemukan makanan luar negeri, dengan rasa yang relatif sama dengan yang disajikan langsung di negeri asalnya. Tetapi di luar negeri, kita akan kesulitan mendapatkan kuliner Indonesia dengan cita rasa Nusantara.

Ini menurut saya lho. Mungkin yang pengalaman kuliner internesyenel-nya lebih banyak, punya kesimpulan yang lebih komprehensif dan maknyus.

(FIT)

Tiga Tempat Makan Ini Favorit di Boyolali

Jakarta: Belakangan salah satu kabupaten di provinsi Jawa Tengah ini ramai diperbincangkan di media sosial. Ya, inilah Boyolali. Sebuah kabupaten indah yang terletak di antara dua kaki gunung, Merbabu dan Merapi.

Sangking indahnya, Boyolali punya julukan New Zealand van Java atau Selandia Baru dari Jawa. Pesona Boyolali tidak hanya soal alam.

Wilayah ini juga menawarkan keragaman jenis makanan yang patut Anda cicipi di tempat makan favorit. Berikut 3 lokasi tempat makan yang populer dikunjungi di Boyolali.

(Baca juga: Dubes Bosnia Herzegovina ‘Terbius’ Soto Ayam)

1. Soto Seger Mbok Giyeem
Seperti nama tempatnya, rumah makan ini menawarkan soto sebagai menu utamanya. Selain itu pengunjung juga bisa menikmati gudeg dan Ayam.

Bagi Anda yang tidak bisa memakan daging, jangan khawatir Soto Seger Mbok Giyeem yang terletak di Jalan Garuda, samping Pasar Sunggingan juga menyediakan menu sayuran bagi Anda yang vegetarian.


(Menyantap iga bakar di Waroeng Iga Pak Wid. Foto: Ilustrasi. Dok. Andres Medina/Unsplash.com)

2. Waroeng Iga Pak Wid
Jika Anda berangkat dari Solo, jangan lupa berkunjung ke Waroeng Iga Pak Wid. Di sini pengunjung dapat menikmati iga bakar dengan harga yang murah.

Cukup mengocek Rp40 ribu, Anda sudah bisa menikmati iga bakar lengkap dengan nasi. Murah kan? Nah, jika Anda sedang wara-wiri di Jalan Merapi No. 1, Pulisen, Siswodipuran, Bayanan, Siswodipuran, Anda bisa mencicipinya.

3. Susu Segar dan Nasi Tumpang Pak Suprih
Tempat makan ini menjadi favorit karena menawarkan masakan tumpang tahu khas Boyolali. Tak perlu repot, Tumpang bisa langsung disantap karena disajikan dalam bungkusan siap makan.

Cocok untuk sarapan pagi yang nikmat dan sehat. Warung ini juga menyediakan minuman susu sapi segar yang pas untuk memuaskan dahaga. Tempat ini berada di Jalan Tentara Pelajar No. 107, Kiringan, Dusun 2, Kiringan, Boyolali.

(TIN)

Tips Rencanakan Perjalanan Liburan di Travel Fair

Jakarta: Momentum penghujung tahun biasanya digunakan untuk berlibur dan sekaligus sebagai ajang berbagai travel fair untuk memberikan tawaran liburan.

Nah, bagi Anda khususnya untuk yang hobi berburu diskon berikut adalah tips dan trik yang bisa jadi senjata untuk berburu di travel fair dari Traveloka.

1. Atur strategi dan pilih travel fair
Ke travel fair juga butuh strategi. Memasuki musim liburan pasti akan ada banyak sekali travel fair di mana-mana. Untuk Anda yang sudah tahu waktu dan tempat tujuan liburan, lebih baik datang ke travel fair yang sesuai dengan destinasi liburan Anda juga. 

Misalnya, ketika Anda ingin berlibur ke Jepang, pilih travel fair yang punya penawaran-penawaran khusus dan menarik untuk liburan ke Jepang atau bahkan pilih travel fair yang memang khusus menjual tiket pesawat dan destinasi di Jepang. Ini pasti akan jauh lebih efektif.

(Baca juga: Travel Fair Membantu Rencanakan Liburan Tanpa Pusing)

2. Datang lebih awal lebih baik
Sudah bukan hal aneh lagi melihat orang rela mengantre untuk masuk ke travel fair sejak pagi bahkan dini hari. Jadi, persiapkan diri untuk datang lebih awal supaya tidak kehabisan penawaran menarik.

3. Bawa bekal minuman dan makanan ringan
Acara travel fair bisa jadi sangat melelahkan karena harus mengantre berjam-jam hingga harus beradu mengejar promo dengan pengunjung lainnya. Bawa minuman dan makanan ringan seperti roti, biskuit, atau cemilan supaya tidak kehabisan tenaga saat sedang berburu tiket liburan.


(Ketika Anda ingin berlibur ke Jepang, pilih travel fair yang punya penawaran-penawaran khusus dan menarik untuk liburan ke Jepang atau bahkan pilih travel fair yang memang khusus menjual tiket pesawat dan destinasi di Jepang. Foto: Benjamin Hung/Unsplash.com)

4. Cari inspirasi kegiatan liburan
Sebelum merencanakan liburan dan berburu tiket pesawat di travel fair, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu destinasi hiburan apa saja yang akan Anda kunjungi. 

Anda bisa mencari inspirasi di blog atau website yang memberikan informasi seputar tempat dan atraksi yang Anda kunjungi selama liburan. 

5. Baca ulasan
Sebelum merencanakan liburan dengan keluarga maupun teman-teman, ada baiknya Anda melihat ulasan yang ditulis oleh orang yang sudah pernah ke sana. Dengan melihat ulasan yang ada Anda bisa merencanakan liburan dengan aman dan tenang.

6. Siapkan dokumen-dokumen penting
Mulai dari identitas hingga jadwal liburan, khususnya untuk Anda yang akan liburan dengan keluarga ataupun teman, pastikan sudah mempersiapkan photocopy KTP atau Paspor seluruh anggota tim yang akan berlibur dengan Anda.

Selain itu, siapkan juga kalender yang berisi jadwal hari libur sepanjang tahun untuk memastikan tanggal liburan.

7. Rencanakan liburan dan budget yang diperlukan
Selain destinasi dan waktu liburan, salah satu hal yang paling penting dalam merencanakan liburan adalah budget. Pastikan Anda sudah cari tahu terlebih dahulu promo-promo apa saja yang akan ditawarkan.

Siapkan juga kalkulator supaya Andabisa menghitung dengan cepat sejumlah promo-promo yang ditawarkan di travel fair.

(TIN)

GIPI Siap Bermitra dengan Pemerintah untuk Capai Target 20 Juta Wisman di Tahun 2019

Jakarta: Presiden Joko Widodo menargetkan wisatawan mancanegara 20 juta di tahun 2019. Dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) yang berfungsi sebagai mitra kerja pemerintah siap untuk bekerja sama.

GIPI yang juga sekaligus sebagai wadah komunikasi dan konsultasi para anggotanya dalam menyelenggarakan dan pembangunan kepariwisataan menyatakan siap untuk bermitra dengan pemerintah untuk mencapai target 20 juta wisman di tahun 2019.

GIPI yang bersifat mandiri dalam melakukan kegiatannya serta bersifat nirlaba ini mengakui bahwa harus ada kerja sama yang terjalin antar berbagai pihak. Didien Junaedy, selaku ketua GIPI menyatakan bahwa GIPI mengharapkan adanya kolaborasi pentahelix.

“Kolaborasi pentahelix yaitu adanya kerjasama akademisi, pengusaha (usahawan), pemerintah, asosiasi-asosiasi atau komunitas, dan kelima adalah pers (media) yang saling bekerjasama,” ucap Didien dalam acara “Posisi Pariwisata Terkini dan Peran GIPI untuk Mencapai Target 20 Juta Kunjungan Wisman di tahun 2019 melalui Geopolitik Baru Pariwisata Indonesia.”


(Didien Junaedy, selaku ketua GIPI menyatakan bahwa GIPI mengharapkan adanya kolaborasi pentahelix. Kolaborasi pentahelix yaitu adanya kerjasama akademisi, pengusaha (usahawan), pemerintah, asosiasi-asosiasi atau komunitas, dan kelima adalah pers (media) yang saling bekerjasama. Foto: Dok. Medcom.id/Yatin Suleha)

Pariwisata jadi core economy

Didien juga mengatakan bahwa ia mengharapkan dalam mengembangkan pariwisata atau mencapai target itu dari 5 kolaborasi pentahelix tersebut harus terjalin.

Keanggotaan GIPI berdasarkan UU nomor 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan sendiri terdiri dari Asosiasi Usaha Pariwisata, Asosiasi Profesi pariwisata, Pengusaha Pariwisata, dan Lembaga-lembaga terkait dengan kepariwisataan.

“GIPI mempunyai tanggung jawab yang besar. Dan pemerintah berhasil menghimpun dan menggerakkan pentahelix yang tujuannya yaitu pariwisata akan dijadikan core ecomony Indonesia mendatang,” ujar Didien.

Senada dengan Didien, Hiramsyah S. Thaib selaku Tenaga Ahli Menteri Pariwisata dan Ketua Pokja Bidang Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas, Kementerian Pariwisata Indonesia dalam acara yang sama juga mengatakan bahwa sektor unggulan pembangunan Rencana Kerja Pembangunan (RKP) Tahun 2018 antara lain yaitu pertanian, pariwisata, serta perikanan.

Dalam paparannya yang berjudul “Pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (10 Bali Baru 2015-2018)” Hiramsyah mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah mengatakan bahwa pariwisata telah ditetapkan sebagai leading sector. Dan seluruh kementerian lainnya wajib mendukung yang telah disampaikan dalam rapat terbatas.

“Sektor pariwisata Indonesia masuk sebagai sektor pariwisata tercepat di dunia nomor 9. Data ini didapat dari The World Travel & Tourism Council (WTTC),” ucap Hiramsyah. Ia menambahkan bahwa prestasi ini bukan hanya prestasi pemerintah melainkan juga prestasi pentahelix.

(Baca juga: Kementerian Pariwisata Launching Branding Baru 10 Destinasi Pariwisata)

“Selama ini Pak Arief Yahya selalu mengingatkan kita untuk selalu bekerja dalam filosofi pentahelix. ABGCM yaitu Akademisi/Academics, Bisnis/Business, Government pusat dan daerah, Komunitas/Community, dan Media. Karena selama ini sering sekali kita kerja sendiri-sendiri. Sudah saatnya kita kolaborasi,” ujar Hiramsyah.

Ia juga mengatakan bahwa sektor pariwisata menjadi sektor paling mudah, murah, dan paling cepat untuk menyejahterakan masyarakat.

“Sektor pariwisata seperti yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo adalah core enomony bangsa. Sektor yang betul-betul mempunyai keunggulan komparatif dibandingan dengan negara-negara lain. Tidak ada negara lain yang mempunyai keunggulan keragaman budaya dan alam seperti di Indonesia. Dan ini modal utama kita,” jelas Hiramsyah.


(Hiramsyah S. Thaib selaku Tenaga Ahli Menteri Pariwisata dan Ketua Pokja Bidang Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas, Kementerian Pariwisata Indonesia bersama Didien Junaedy dalam acara yang sama juga mengatakan bahwa sektor unggulan pembangunan Rencana Kerja Pembangunan (RKP) Tahun 2018 antara lain yaitu pertanian, pariwisata, serta perikanan. Foto: Dok. Medcom.id/Yatin Suleha)

Pengembangan 10 Bali Baru 2015-2018

Borobudur, Labuan Bajo, Danau Toba, Tanjung Kelayang, Morotai, Mandalika, Tanjung Lesung, Wakatobi, Bromo Tengger Semeru, dan Kepulauan seribu dan Kota Tua telah ditetapkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menjadi 10 destinasi pariwisata prioritas untuk dijadikan “Bali Baru” sejak 2016 lalu.

Kebijakan tentang 10 destinasi Bali baru berubah pada November 2017. Pemerintah sepakat untuk berfokus kepada percepatan pengembangan 4 destinasi dari 10 “Bali baru” tersebut. Keempatnya yang disebut sebagai super prioritas adalah Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo.

“Empat ini yang didukung secara penuh dan cepat oleh pemerintah terutama dari sisi aspek dukungan infrastruktur, karena kita sama-sama tahu bahwa aksesibilitas menjadi isu besar kita,” ucap Hiramsyah.

Ia juga mengharapkan bahwa biaya promosi ditambah, “Karena kita sudah bagus. Branding Wonderful Indonesia telah menempati nomor 47 di dunia. Kemudian Wonderful Indonesia sudah dikenal di mana-mana, tapi untuk mengejar target 17 juta wisman dan 20 juta wisman di tahun depan itu memang kita membutuhkan biaya promosi yang lebih besar.”

“Dan biaya promosi ini memang tidak bisa digantikan atau dialihkan ke kementerian-kementerian lainnya. Betul-betul dukungan anggaran yang dibutuhkan oleh Kementerian Pariwisata,” tutup Hiramsyah.

(TIN)

Menikmati Suasana Malioboro dengan Bersepeda Ontel

Yogyakarta: Wisatawan kini bisa menikmati suasana Maliboro dengan sepeda ontel. Pemerintah Kota Yogyakarta berkerjasama dengan PT Trijaya Komunika baru saja meluncurkan aplikasi sepeda pintar “Jogjabike”.

Dengan Jogjabike, pelancong bisa menyewa sepeda untuk berkeliling kawasan icon Yogyakarta ini. Berwisata ke Malioboro pun semakin nyaman dengan penyewaan sepeda menggunakan aplikasi Jogjabike yang amat mudah.

Pengunjung tinggal mengunduh aplikasi Jogjabike di Google Store. Kemudian mendatangi shelterpit sepeda terdekat. Lalu menscan kode di stang sepeda ke aplikasi di ponsel. Sepeda pun siap digunakan.


(Wisatawan kini bisa menikmati suasana Maliboro dengan sepeda ontel. Pemerintah Kota Yogyakarta berkerjasama dengan PT Trijaya Komunika baru saja meluncurkan aplikasi sepeda pintar “Jogjabike”. Foto: Dok. Medcom.id/Patricia Vicka)

Salah satu penggagas aplikasi, Muhammad Aditya menjelaskan kehadiran aplikasi Jogjabike ini untuk memfasilitasi wisatawan menikmati Kota Jogja.

“Ini murni semuanya produk lokal Indonesia. Dari mulai sepedanya, perangkat smartlock, sampai aplikasi semuanya lokal,” ujar Adit, sapaan akrabnya, disela launching Jogjabike, Sabtu 27 Oktober 2018.

Ditahap awal peluncuran, ada 20 sepeda yang dipinjamkan. Sepeda itu disebar di empat shelterpit yang sudah dibuat. “Empat shelterpit letaknya di Lokocafe Stasiun Tugu Yogyakarta, depan Mall Malioboro, depan Kantor Kepatihan dan depan Benteng Vredeberg,” jelas dia.

(Baca juga: Pemerintah Rancang Wisata Malam di Pantai Selatan Yogyakarta)

Pengunjung dibebaskan biaya peminjaman sepeda hingga akhir tahun. Setiap orang diberi waktu lima jam per sekali pakai. “Selesai dipakai, sepeda harus dikembalikan ke shelter terdekat. Sepedanya bisa disewa 24 jam,” jelasnya.

Komisaris PT Trijaya Komunika Jogjabike, Triyanto mengungkapkan, secara kualitas baik aplikasi maupun sepeda tidak kalah dengan impor yang banyak di kota lain. Dari sisi spesifikasi sepeda dibuat sesuai budaya khas Yogyakarta.


(Salah satu penggagas aplikasi, Muhammad Aditya menjelaskan kehadiran aplikasi Jogjabike ini untuk memfasilitasi wisatawan menikmati Kota Jogja. Foto: Dok. Medcom.id/Patricia Vicka)

“Untuk ontelan matic, tidak berat dan ringan. Pas dengan kontur Kota Jogja yang mayoritas jalanannya rata,” katanya.

Sepeda pintar ini juga dilengkapi dengan alat GPS. Alat ini berfungsi sebagai pengaman yang bisa melacak keberadan sepeda. Jika waktu peminjaman hampir berakhir, sepeda akan mengingatkan penyewa untuk segera mengembalikannya.

Walikota Yogyakarta, haryadi Suyuti menyambut positif peluncuran aplikasi Jogjabike. Kehadiran aplikasi ini semakin memperkuat Kota Yogyakarta sebagai kota wisata dan kota pintar.

“Aplikasi ini menjadi salah satu alternatif merasakan sensasi berlibur di Yogyakarta. Kami memang mau mempromosikan Yogyakarta sebagai kota ramah sepeda,” kata Haryadi.

Ke depannya Pemkot berencana menambah jumlah sepeda secara bertahap menjadi 1.000 buah. Namun penambahan ini dilakukan jika tren permintaan akan penyewaan sepeda  meningkat.

(TIN)

Summarecon Mal Bekasi Hadirkan Wahana yang Instagrammable

Bekasi: Summarecon Mal Bekasi menghadirkan wahana baru bertajuk Sweet Treats. Wahana ini penuh warna dan instagramable, sehingga cocok untuk para pengunjung yang gemar foto-foto.

Sweet Treats dibuka setiap hari, mulai 18 Oktober 2018-20 Januari 2019, pada pukul 11.00-22.00 WIB. Pengunjung akan diajak memasuki sembilan area dengan luas total keseluruhan 472 meter persegi yang dipenuhi dengan berbagai replika dessert manis yang juga akan memanjakan mata para pengunjung.

Pengunjung harus membayar tiket Rp35 ribu untuk bisa berkeliling sambil mengabadikan momen untuk mempermanis tampilan media sosial. Wahana ini dibuka untuk umum tanpa ada batasan umur, namun khusus untuk anak-anak di bawah 10 tahun harus tetap dengan pendampingan dari orang tua. 

“Wahana ini kami harapkan bisa menjadi tempat bagi para penggemar media sosial untuk bisa berfoto sekaligus belajar untuk menghasilkan kualitas foto yang unik dan seru. Dengan kekuatan warna dari berbagai bentuk hingga pencahayaan, kami yakin wahana ini akan menjadi salah satu spot yang paling instagrammable di Bekasi,” ujar Center Director Summarecon Mal Bekasi Ugi Cahyono, dalam keterangan tertulis, Kamis, 25 Oktober 2018.


(Foto: Dok. Summarecon)

Melangkah ke lantai satu Summarecon Mal Bekasi, pengunjung akan melihat toko es krim sebagai tempat pembelian tiket. Dengan tiket inilah perjalanan memasuki dunia dessert dimulai. 

Setelah menaiki anak tangga, pengunjung diajak melewati papan seluncur untuk memasuki area pertama, yaitu Doughnuts Area. Disini pengunjung akan menemui latar dinding tiga dimensi berbentuk donat sehingga pengunjung dapat menyentuh dan berfoto.

Selain itu, ruangan juga akan dihiasi dengan hiasan gantung yang terdiri dari ragam donat warna-warni. Beranjak ke ruang kedua, yaitu Popsicle Area akan membuat pengunjung berada di antara warna-warni es krim pop.


(Foto: Dok. Summarecon)

Pada dinding ruangan akan nampak potongan es krim yang seolah akan meleleh. Desain ruangan yang sederhana namun memiliki warna yang menyala dan nilai artistik. 

Membuat perjalanan semakin manis, di area ketiga pengunjung akan melewati barisan permen berbentuk stik. Candy Canes Area terbagi menjadi dua warna yaitu barisan stik warna pink dan biru. Untuk menambah keunikan foto, tersedia juga permainan jungkat-jungkit yang berada di pertengahan ruangan.

Beranjak ke ruang selanjutnya, latar tiga dimensi berbentuk es krim cone akan menjadi pemanis bagi pengunjung yang ingin berfoto. Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat berfoto diantara terangnya lampu hias gantung berbentuk es krim cone.


(Foto: Dok. Summarecon)

Area selanjutnya yang akan menghiasi perjalanan manis di dunia dessert adalah Marshmallow Area. Cemilan yang satu ini memiliki tekstur yang lembut dan kenyal serta memiliki rasa yang manis.

Oleh karena itu, potongan busa berwarna putih layaknya marshmallow mendominasi area ini. Tersedia area tempat duduk bagi para pengunjung atau orang tua yang ingin mendampingi anak-anak bermain sambil bersantai.

Perjalanan manis selanjutnya adalah perbukitan permen yaitu Candy and Lollipop Area. Pengunjung diajak menyusuri jalan yang dikelilingi oleh bukit berwarna pink berisi permen dan lollipop raksasa. 

Area ketujuh akan membawa pengunjung bertemu dengan para beruang. Berbeda dari beruang pada umumnya, yang dimaksud adalah beruang dengan tekstur yang kenyal dan menggemaskan. Memasuki ruangan dengan pintu berbentuk beruang, inilah Gummy Bear Area yang berisi beruang 3D yang dapat menemani pengunjung berfoto dengan latar ornamen gantung berbentuk beruang.

Menutup perjalanan manis di dunia dessert, pengunjung dapat kembali mengabadikan foto di Photo Booth Area. Di area ini terdapat lima pilihan booth yang sayang untuk dilewatkan. 

(ROS)

Intip Cantiknya Musim Gugur di Kanagawa

Jakarta: Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang telah menjadi destinasi wisata yang sangat populer bagi orang Indonesia. Dan menariknya Jepang melalui empat musimnya masih tetap bisa membuat daya tarik bagi siapa pun yang datang.

Di setiap musim yang berbeda, wisata di Jepang menawarkan ragam makanan, pesona alam, dan aktivitas yang juga berbeda-beda. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa Jepang tetap menjadi tempat wisata yang populer sampai sekarang.

Pada musim gugur, dedaunan berubah menjadi warna merah dan kuning, berbagai acara yang ada di musim gugur juga ada. Tak ketinggalan kuliner musiman di restoran yang terkenal.

(Baca juga: Kebiasaan-kebiasaan Orang Jepang Ketika Berlibur)


(Momiji Hasedera. Salah satu yang bisa menambah feed di Instagram Anda karena kecantikannya. Foto: Dok. Vector Indonesia)

Dan menariknya ada tempat wisata antimainstream yang ditujukan untuk para wisatawan yang ingin menikmati spot populer orang Jepang yang belum diketahui oleh orang Indonesia. Atau bagi wisatawan yang sudah pernah menikmati sakura maupun salju di Jepang.

Melihat spot musim gugur di prefektur Kanagawa yang sangat dekat dari Tokyo ini dapat ditempuh dengan jalur kereta dalam waktu kurang dari satu jam.

Musim gugur yang fotogenik
 
Kota Yokohama adalah tempat yang mudah diakses dan direkomendasikan untuk melihat daun musim gugur karena dapat ditempuh dengan kereta dari pusat kota Tokyo hanya dalam sekitar 30 menit.

Di sepanjang Jalan Yamashita Koen Dori yang berada di tepi Yamashita Park dan menghadap pelabuhan di pusat kota Yokohama atau Jalan Nihon Odori yang memanjang mulai dari Osanbashi sampai Yamashita Park, terdapat pohon ginkgo yang berjajar di kedua sisi jalan.

Anda dapat berjalan menyusuri jalan tersebut yang dihiasi oleh daun-daun yang mulai berwarna kuning.

Yokohama merupakan daerah wisata rekomendasi untuk menikmati daun musim gugur sekaligus menikmati tempat-tempat yang menarik seperti Minato Mirai.  
 

(Cupnoodles Museum yang sangat unik dan menarik. Foto: Dok. Vector Indonesia)

Sementara itu, bagi Anda yang ingin menikmati daun musim gugur berwarna-warni dengan pemandangan yang lebih fotogenik, Anda dapat menikmati daun musim gugur di taman Jepang atau kuil.

Sankeien Garden yang berada di kota Yokohama merupakan taman Jepang besar seluas 17.500 m2. Tempat ini ditanami dengan pohon maple dan ginkgo yang terkenal dengan daun musim gugurnya yang indah.

Taman yang dibuka pada tahun 1906 ini, memiliki banyak bangunan-bangunan bersejarah dan merupakan tempat berfoto yang direkomendasikan untuk mengambil foto daun musim gugur yang penuh dengan nuansa Jepang.

Di kota tua Kamakura, ada juga toko bernama Wargo cabang Kamakura Komachi yang menyewakan kimono di sekitar stasiun Kamakura. Anda dapat mengenakan kimono dan mengunjungi kuil kuno di Kamakura sambil menikmati dedaunan musim gugur.   


(Salah satu kegiatan menarik yang bisa Anda lakukan di Cupnoodles Museum. Foto: Dok. Vector Indonesia)

Berkuliner ria di Kanagawa

Di Jepang, ada pepatah Shoku Yoku no Aki yang artinya “nafsu makan di musim gugur” yang menggambarkan musim yang sempurna untuk orang-orang yang ingin menikmati kuliner di Jepang karena merupakan musim melimpahnya panen di Jepang.

Di Yokohama Red Brick Warehouse akan diselenggarakan “Kanagawa Ranch Food Collection 2018” ke-6 tahun ini pada tanggal 18 November mulai pukul 10.00 pagi sampai 15.30 sore.

Pada acara tersebut, produk ternak ternama dari seluruh Kanagawa akan berkumpul dan pengunjung dapat menikmati hidangan dari peternakan lokal seperti satai, yakiniku, frankfurt, kroket, gelato, susu, yogurt, dan lainnya.

Kanagawa sebagai tempat lahirnya salah satu ramen terkenal di Jepang yaitu Yokohama Ramen, memiliki beberapa tempat wisata terkait dengan ramen.

Salah satunya adalah food theme park seperti di Shinyokohama Raumen Museum. Pengunjung dapat merasakan suasana tahun 1950-an yang fotogenik di pusat kota dan dapat menikmati ramen dari toko-toko terkenal yang berkumpul dari seluruh Jepang.

Selain itu bagi kaum muslim, jangan khawatir karena di sini juga tersedia ramen vegetarian tetapi tetap menyajikan rasa ramen yang sesungguhnya di Jepang. Jangn lup untuk mencobanya.

Selain itu, di daerah Minato Mirai di kota Yokohama juga terdapat Cupnoodles Museum. Di museum ini Anda bukan hanya dapat memelajari sejarah mie instan, tetapi juga membuat mie instan Anda sendiri.   

Di sini Anda dapat memilih topping dan sup original Cupnoodles dari My Cupnoodles Factory dan Anda juga bisa membuat mie hand made dari tepung terigu original Chicken Ramen ala Chicken Ramen Factory. Pengalaman membuat ramen sendiri tentunya akan menjadi pengalaman wisata yang tak akan terlupakan.

(TIN)

Intip Makanan Khas dari Berbagai Negara di Dunia

Jakarta: Setiap daerah tentu memiliki makanan khas masing-masing. Dan Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan kuliner yang beragam tersebar dari Sabang sampai Merauke. 

Beberapa makanan Indonesia yang terkenal sampai ke mancanegara adalah rendang, nasi goreng, dan satai. Namun, bagaimana dengan negara-negara lain? Apa saja makanan khas dari negara lain? 

Berikut ini adalah beberapa makanan khas dari berbagai negara di dunia.

1. Wiener schnitzel dari Austria
Hidangan ini terdiri dari potongan irisan daging sapi goreng yang dipotong tipis dan digoreng, biasanya disajikan dengan sedikit perasan jeruk lemon dan peterseli, disiram dengan saus jamur dan dipadukan dengan kentang atau nasi ketika siap disajikan. 

2. Asado dari Argentina
Negara Argentina terkenal dengan makanan yang berbahan dasar daging, salah satunya adalah asado. Mirip seperti satai, asado dibuat dengan potongan daging yang ditusuk kemudian dibakar. Namun asado tidak menggunakan saus kacang seperti yang terdapat pada satai khas Indonesia. 

(Baca juga: Festival untuk Pecinta Kuliner Vegan Digelar Bulan Ini)


(Jika Anda mencari langsung ramen di Jepang maka Anda akan menemukan berbagai macam ramen dan dengan rasa yang lebih kompleks. Foto: Masaaki Komori/Unsplash.com)

3. Bebek peking dari China
Ketika Anda mengunjungi restoran China, bebek peking biasanya menjadi salah satu menu yang paling mahal. Meskipun seperti itu, di China sendiri makanan ini merupakan makanan yang paling banyak  disukai. Bebek Peking pada zaman dahulu disediakan untuk bangsawan, dan pada masa Dinasti Yuan pada 1200 dan 1300-an dijadikan sebagai hidangan kekaisaran.

4. Roast beef and Yorkshire pudding dari Inggris
Memang sebenarnya ada banyak makanan khas Inggris yang terkenal seperti fish and chips, English breakfast, teh, dan masih banyak lagi. Namun yang paling banyak dikonsumsi oleh penduduk lokal adalah roast beef and Yorkshire pudding. 

Anda mungkin akrab dengan daging sapi panggang, tapi bagaimana dengan Yorkshire Pudding? Terbuat dari adonan yang terdiri dari telur, tepung, susu, atau air, Yorkshire pudding menjadi populer di bagian utara Inggris, sebagai cara untuk menggunakan lemak yang turun dari daging panggang. 

5. Ramen dari Jepang
Ramen mungkin salah satu jenis makanan yang mudah dijumpai saat ini, namun jika Anda mencari langsung ramen di Jepang maka Anda akan menemukan berbagai macam ramen dan dengan rasa yang lebih kompleks.  

Meskipun banyak jenis kuah yang ada, namun cara penyajian yang paling tradisional adalah dengan menggunakan mie gandum dalam kaldu ikan atau daging, dicampur dengan kecap dan diberi irisan daging, rumput laut kering, dan daun bawang.

(TIN)

Jelang Halloween, Ini Lima Pulau Berhantu di Dunia untuk Uji Nyali

Jakarta: Menjelang akhir Oktober, topik Halloween semakin sering diperbincangkan. Tak hanya tokoh menyeramkan, tetapi juga tempat-tempat yang membuat bulu kuduk merinding. 

Bagi Anda yang ingin berwisata sambil uji nyali, berikut adalah beberapa pulau angker yang tepat untuk menghabiskan momen Halloween, seperti disarankan perusahaan e-commerce perjalanan Booking.com. 

1. Pulau Poveglia (Italia)

Terletak dekat kota romantis Venesia, terdapat pulau kecil kosong Poveglia yang memberi kesan menakutkan. Pulau ini dulunya digunakan sebagai stasiun karantina bagi orang-orang yang menderita penyakit PES pada abad ke-20, dan sebagai suaka mental selama tahun 1920-an. Meskipun tak dibuka untuk umum secara teknis, beberapa agen tur memiliki akses untuk berkeliling di pulau tersebut. 

2. Pulau Alcatraz (Amerika Serikat)

Di San Francisco, terdapat yang dulu berfungsi sebagai penjara bernama Alcatraz. Bagi Anda yang ingin tahu lebih dalam, terdapat beberapa tur yang bisa memberitahu masa lalu penjaran tersebut. Bahkan, Anda bisa memesannya pada malam hari untuk memberi kesan lebih seram. 

3. Island of Dolls (Meksiko)

Island of Dolls atau Isla de las Munecas ini sudah cukup banyak dikenal orang sebagai pulau yang menyeramkan. Pulau ini merupakan rumah bagi boneka-boneka mengerikan yang digantung di atas pepohonan. Beberapa orang lokal menyebutkan bahwa boneka-boneka tersebut dapat menggerakkan kepala dan tangan sendiri. 

4. Isle of Wight (Inggris)

Terletak di pantai selatan Inggris, Isle of Wight menawarkan pemandangan yang menakjubkan dengan jurang-jurang yang dramatis dan pedesaan yang murni. Namun, tujuan yang menarik dan bersejarah ini juga penuh dengan aktivitas supernatural yang menarik ribuan‘pemburu hantu’ setiap tahunnya, salah satunya dengan berjalan-jalan di sepanjang jalur angker pulau. 

5. Pulau Norfolk (Australia)

Terletak di Samudra Pasifik, Pulau Norfold adalah destinasi indah dengan perbukitan yang hijau, pantai berbatu, dan pohon pinus Norfolk yang terkenal. Namun, berdasarkan sejarah, pada abad ke 19, pulau ini menjadi tempat pemukiman terakhir untuk beberapa penjahat terkejam di dunia. Pulau ini juga dirumorkan telah dihantui oleh beberapa hantu dari masa kelam saat itu.

(DEV)

Dubai Nomor 4 Sebagai Kota yang Paling Sering Dikunjungi di Dunia

Berdasarkan Mastercard’s Global Destination Cities Index (GDCI) 2018, Dubai tetap mempertahankan peringkatnya sebagai kota keempat yang paling sering dikunjungi di dunia. (Foto: Fredrik Öhlander/Unsplash.com)

Jakarta: Dubai, salah satu kota dengan wisata yang atraktif, luas, serta menantang mempertahankan peringkatnya sebagai kota keempat yang paling sering dikunjungi di dunia untuk empat tahun berturut-turut. Data ini didapat berdasarkan Mastercard’s Global Destination Cities Index (GDCI) 2018.

Tahun lalu, Dubai telah menyambut 15,79 juta pengunjung yang bermalam di Dubai dengan proyeksi tingkat pertumbuhan sebesar 5,5 persen dengan rata-rata lama tinggal 3,5 malam, para Emirati diharapakan untuk menyaksikan perkembangan lainnya di tahun 2018.

Dubai juga berada dalam peringkat tertinggi di daftar kota di dunia dengan jumlah pengunjung transit terbanyak selama tiga tahun berturut-turut, dengan total pembelanjaan pengunjung internasional sebesar Rp45 triliun pada tahun 2017.

(Baca juga: Dubai Tumbuh Sebagai Pusat Layanan Kesehatan)

CEO Dubai Corporation for Tourism and Commerce Marketing (DCTCM), Issam Kazim menambahkan, “Mastercard Global Destination Cities Index 2018 mengonfirmasi bahwa Dubai berada peringkat keempat sebagai kota yang paling banyak dikunjungi di dunia.”

“Memperkuat keberhasilan inisiatif bersama yang telah kami lakukan selama 12 bulan terakhir dalam kerjasama dengan pemerintahan dan sektor swasta. Dengan fokus menyoroti penawaran Dubai dengan mendorong pengunjung untuk melihat lebih luas ikon kota Dubai,” ujar Issam Kazim.

Ia juga menambahkan bahwa kota Dubai yang terus menjadi destinasi wajib dikunjungi kembali. Berbagai atraksi dan pengalaman baru telah berkontribusi pada keberhasilan ini – dari aspek budaya, seni hingga sejarah dan warisan seperti pembaruan untuk atraksi.

“Sektor ritel juga semakin meningkatkan penawarannya, menghadirkan pengunjung berbagai kesempatan untuk mengalami pengalaman berbelanja, aktivitas dan penawaran.”

(TIN)

Qantas Bangun Kesadaran tentang Kanker Payudara

Sydney: Qantas Jumat, 19 Oktober 2018 lalu mengumumkan kemitraan yang baru terbentuk antara FlyPink, kampanye tahunan Qantas untuk meningkatkan kesadaran atas kanker payudara, dengan Movember Foundation, sebuah badan amal multinasional untuk kesehatan pria.

Melalui kolaborasi tersebut, Qantas menargetkan terkumpulnya dana sebesar AUD100.000 untuk mendukung riset kanker payudara dan prostat.

Selama kampanye, karyawan Qantas akan mengenakan atribut dalam bentuk pita pink, yaitu simbol khas kesadaran kanker payudara, yang dikombinasikan dengan simbol ikonik Movember yaitu kumis.


(Qantas Jumat, 19 Oktober 2018 lalu mengumumkan kemitraan yang baru terbentuk antara FlyPink, kampanye tahunan Qantas untuk meningkatkan kesadaran atas kanker payudara, dengan Movember Foundation, sebuah badan amal multinasional untuk kesehatan pria. Foto: Dok. Maverick Indonesia)

Berlangsung dari 15 Oktober hingga 15 November, kampanye FlyPink tahun ini berlangsung bersamaan dengan bulan kesadaran kanker payudara, maupun bulan kesadaran kanker prostat yang diusung Movember.

“Sebuah kehormatan besar bagi saya untuk menyaksikan kombinasi ikon kumis kami dan pita pink untuk pertama kalinya, demi menggalang kesadaran dan dana bagi kanker payudara dan prostat,” papar Country Director Movember Foundation Rachel Carr.

(Baca juga: Kanker Payudara juga Mengintai Pria)

“Kolaborasi FlyPink tahun ini mengingatkan kita semua tentang hal-hal besar yang dapat kita capai ketika kita bekerja bersama. Oleh karena itu, kami amat berterima kasih atas kesempatan untuk mengangkat isu kesehatan pria maupun wanita dalam satu inisiatif yang sama ini,” sambungnya.

Selain lewat kru Qantas yang akan mengenakan atribut pita pink dan ikon kumis, Qantas juga akan menyajikan kotak makanan bernuansa FlyPink untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan dari para penumpang.


(Berlangsung dari 15 Oktober 2018 hingga 15 November 2018, kampanye FlyPink di Qantas berlangsung bersamaan dengan bulan kesadaran kanker payudara, maupun bulan kesadaran kanker prostat yang diusung Movember. Foto: Dok. Maverick Indonesia)

Nantinya, Qantas akan menyerahkan dana yang terkumpul dari kampanye ini kepada National Breast Cancer Foundation (NBCF) dan Movember Foundation dalam jumlah yang sama.

“Berawal dari sebuah ide sederhana, FlyPink kini telah berkembang menjadi sebuah kolaborasi yang melibatkan orang-orang dari berbagai penjuru Australia maupun dunia, dari beragam latar belakang dan kebangsaan,” ujar Kapten QantasLink Susan McHaffie, yang mendirikan kampanye ini pada tahun 2015.

“Kanker dapat menyentuh hidup siapapun, sehingga merupakan sebuah kehormatan besar ketika FlyPink dapat menyatukan berbagai perbedaan demi kebaikan.”

Susan merintis FlyPink setelah salah satu kerabatnya terdiagnosis kanker payudara dan kemudian berhasil menjadi penyintas. Waktu itu, ia bertujuan menggalang dana sebesar AUD20.000 untuk mendukung riset kanker payudara.

Sejak itu, Susan telah berhasil mengumpulkan sekitar AUD500.000 untuk NBCF dan berbagai badan amal afiliasinya.

Kini, Susan terus melanjutkan komitmen untuk menjalankan FlyPink di waktu luangnya, dengan merancang berbagai atribut FlyPink dan menjualnya ke kru penerbangan dari berbagai belahan dunia.

Melalui gerakan tersebut, Susan telah berhasil mengajak pilot di 30 negara yang bekerja untuk 135 operator berbeda untuk berpartisipasi dalam kampanye tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Qantas melalui inisiatif FlyPink, yang kini telah memasuki tahun keempatnya,” ujar CEO National Breast Cancer Foundation Sarah Hosking.

“Bersama-sama, dan dengan dukungan dari FlyPink, kami dapat terus membiayai berbagai riset mutakhir untuk mengurangi angka kematian akibat kanker payudara,” tambahnya lagi.

Penumpang dan karyawan Qantas dapat mendukung FlyPink dengan berdonasi melalui flypink.net, ataupun berbagi tentang gerakan ini di media sosial dengan menggunakan tagar #WeFlyPink.

(TIN)

Kota Pusaka di Pesisir Jawa

Penjaga stan memperlihatkan kain batik Lasem. (Foto: Antara/R. Rekotomo)

Jakarta: Kecamatan Lasem, Jawa Tengah terkenal dengan perpaduan tiga kebudayaan, yaitu Jawa, Tiongkok, dan Madura. Namun masyarakatnya hidup akur berdampingan. 

Berdasarkan perbaduan kebudayaan tersebut, Lasem memiliki tarian modern yang diadaptasi dari ragam unsur budaya yang ada di Lasem. Tarian ini bernama tarian tiga warna. 

Selanjutnya, Lasem terkenal akan batiknya. Batik Lasem mengandung unsur perpaduan tiga budaya, yakni Jawa, Tiongkok, dan Madura. 

Batik Lasem memiliki ciri khas warna yang cerah dengan lambang ukiran ada burungnya. Lambang burung ini mengartikan adanya rasa toleransi dan keberagaman.

Selain itu, kuliner dari Lasem juga mampu menarik para wisatawan meskipun sudah hampir punah. Kuliner tersebut bernama Yopia.

Yopia merupakan jenis makanan kering berkulit tipis berisi gula Jawa. Ahli warisnya, Siek Tian Nio alias Waras, 72 tahun, memproduksi yopia saban hari dibantu anak dan mantunya. 

Wara memproduksi yopia di dapur rumah kuno yang diprediksi berumur seratusan tahun di kawasan Dusun Karangturi, Lasem. Selain Yopia, ada juga lontong tuyuhan. Makanan tradisonal khas Lasem yang dicampurkan dengan kuah kare dan juga sate.

Saksikan selengkapnya dalam program Idenesia pada hari Minggu 21 Oktober 2018 pukul 21.30 WIB hanya di Metro TV.

(ROS)

Museum Paling ‘Tak Masuk Akal’ di Dunia

Jakarta: Akhir pekan umumnya dihabiskan oleh sebagian besar orang untuk berwisata. Salah satu alternatif kegiatan wisata yang bisa dilakukan adalah dengan berkunjung ke museum.

Museum memang kerap menyimpan koleksi benda-benda kuno yang dipajang untuk memuaskan keingintahuan pengunjung. Namun beberapa museum di sejumlah negara di dunia justru menyimpan koleksi yang cukup mencengangkan. Berikut daftarnya.

Royal Mummy Room Kairo, Mesir
Dari namanya pengunjung sudah menebak apa isi koleksi utama di museum ini. Mummy.

Konon, mumi yang dipajang di museum ini berasal dari dua kerajaan Firaun. Salah satu koleksinya bahkan diduga merupakan mumi Firaun yang tenggelam di laut merah. 

Beberapa koleksi juga merupakan artefak-artefak kuno mulai dari periode 1550-1069 sebelum masehi (SM). Total, museum dengan dua lantai di Kairo, Mesir, ini memiliki sekitar 120 ribu benda koleksi.

Siriraj Medical Museum
Museum medis atau juga disebut museum kematian ini terletak di Bangkok, Thailand. Siriraj Medical Museum kerap dijadikan referensi oleh para profesional dan mahasiswa kedokteran berkaitan dengan isu kesehatan.

Di antara koleksi museum ini adalah kerangka manusia, awetan janin, dan bagian tubuh manusia yang telah meninggal. 

Pembangunan Siriraj Medical Museum memang ditujukan untuk keperluan medis dan forensik. Di dalamnya juga ada sejumlah museum lain yang masih berkaitan dengan makhluk hidup seperti museum anatomi, museum patologi, dan museum pengobatan tradisional Thailand.

Avanos Hair Museum
Salah satu museum yang tergolong unik adalah Avanos Hair Museum di Turki. Museum yang berdiri sejak 1979 ini menyimpan koleksi rambut wanita.

Tak tanggung-tanggung, ada 16 ribu jenis rambut wanita yang diambil dari seluruh dunia. Konon, koleksi rambut di museum yang telah masuk Guinness Book of World Record ini berasal dari pengunjung perempuan yang dengan sukarela memotong rambutnya sendiri sebagai cendera mata.

Medieval Instrument Museum
Tempat yang juga dikenal dengan museum alat penyiksa ini terletak di Amsterdam, Belanda. Di dalamnya terdapat sejumlah koleksi alat penyiksa tahanan pada zaman dahulu. 

Sejumlah koleksi menunjukkan proses bagaimana seorang tahanan dipenggal, kursi yang sengaja dibuat dengan titik-titik runcing di semua bagian, bahkan sebuah kurungan menyerupai sangkar untuk menahan para tahanan.

Dessert Museum
Berbeda dari museum lain yang kerap menyimpan benda kuno, koleksi Dessert Museum justru dapat membuat pengunjungnya lapar.

Betapa tidak, museum yang berada di Filipina ini memiliki koleksi beragam jenis hidangan penutup. Mulai dari gulali, marshmallow, cake pops. es krim, permen karet, donat, dan makanan manis lainnya.

Kunstkamera Museum
Hampir mirip dengan museum kematian di Thailand, Kunstkamera Museum menyimpan koleksi berbagai jenis makhluk hidup yang mengalami kecacatan sejak lahir.

Mulai dari janin yang tidak sempurna, bentuk bayi kembar siam, sampai dengan sindrom microcephaly atau bayi berkepala kecil yang membuatnya mirip dengan kurcaci. Semua koleksi diawetkan dalam toples kaca.

Museum of Bad Art
Terakhir, ada museum dengaan semua koleksinya bernilai seni rendah bahkan tidak bernilai seni sama sekali. Terletak Somerville, Massachusetts, Amerika Serikat, museum ini didirikan oleh seseorang bernama Scott Wilson dengan tujuan menghargai karya para seniman yang dinilai gagal dengan cara yang mewah.

(MEL)

Wisatawan di Asia Pasifik Kian Menggemari Liburan Salju

Jakarta: Pasar liburan bersalju mengalami pertumbuhan yang cepat di Asia Pasifik dalam tiga tahun terakhir dengan perkiraan sekitar 238 juta pelancong termasuk 138 juta dalam 12 bulan terakhir.

Angka-angka tersebut berkorelasi dengan tingkat kemakmuran dan tumbuhnya keinginan untuk menjelajahi dunia dengan cara yang lebih eksperimental dan berbeda baik dengan keluarga maupun teman.

Temua ini dirilis oleh Club Méditerranée, atau lebih sering dikenal dengan sebutan Club Med, yaitu sebuah perusahaan Prancis yang bergerak dibidang resor dan memiliki beberapa cabang di seluruh dunia-biasanya terdapat di lokasi eksotis.

Laporan Resor Salju di Asia Pasifik yang dikeluarkan oleh Club Med mengidentifikasi pandangan-pandangan dan kelebihan-kelebihan utama resor salju di 11 negara dengan menanyakan 5.500 responden dari China sampai Australia.

Berkat dukungan dari perusahaan penelitian pasar independen Insightzclub, laporan tahun ini berhasil pula memetakan pasar wisatawan yang beragam, berpengetahuan tinggi dan kaya, yang kian menggemari liburan di resor salju.


(Pasar liburan bersalju mengalami pertumbuhan yang cepat di Asia Pasifik dalam tiga tahun terakhir dengan perkiraan sekitar 238 juta pelancong termasuk 138 juta dalam 12 bulan terakhir. Temuan tersebut dirilis oleh Club Med-yaitu Hotel ini dianggap sebagai asal-mula all-inclusive resort. Foto: Dok. Club Med Indonesia)

Xavier Desaulles, CEO of Club Med, East and South Asia & Pacific, mengatakan, “Penelitian ini memberikan wawasan yang tepat waktu mengenai konsumen Asia Pasifik sekarang yang menggemari liburan salju. Pasar berkembang sangat pesat seiring dengan kian tumbuhnya jumlah orang kaya di Asia dan minat untuk melakukan liburan salju juga akan naik seiring dengan pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin di PyeongChang dan Beijing.”
 
“Laporan ini sangat penting sebagai alat yang memungkinkan kami untuk berbagi informasi dan melayani klien dan mitra regional karena kami mengetahui bagaimana kebiasaan dan kebutuhan mereka berkembang, dan juga karena kami terus membuka resor gunung baru, baik di pasar regional dan global,” tambahnya.  

(Baca juga: Ayo, Nikmati Salju Musim Dingin di Korea Selatan)

Milenial Memimpin Pasar yang Tumbuh Pesat
 

Tidak mengherankan, China adalah pasar penggemar salju terbesar di dunia, diikuti oleh India dan Jepang. Namun, pasar dengan sedikit atau tanpa salju seperti Hong Kong SAR, Singapura dan Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang kuat meskipun dari basis yang lebih kecil karena mereka mencari liburan berbasis pengalaman yang lebih banyak serta segarnya udara.

Meski usia rata-rata penduduk di negara dengan liburan salju adalah 38 tahun, negara-negara dengan populasi milenium besar seperti China, Malaysia, Indonesia dan India memiliki usia rata-rata lebih muda, yaitu 34 tahun. Jepang memiliki usia rata-rata tertua yaitu 45 sejalan dengan karakteristik demografinya.
 
Saat ini liburan salju tetap mejadi domain orang kaya. 85 persen pelancong liburan salju Asia memiliki pendapatan rumah tangga sebesar USD4.000 atau lebih – jauh lebih tinggi daripada populasi umum Asia Pasifik sebesar 33 persen.

Ada yang berbeda juga karena dalam temuan ini wanita lebih memimpin. “Liburan salju secara tradisional didominasi laki-laki tetapi beberapa pasar menunjukkan bias perempuan yang kuat dan minat yang meningkat dalam petualangan salju di luar ruangan di luar ski dan snowboarding.

Hong Kong SAR (57%), Singapura (56%), Malaysia (58%) dan Australia (54%) memimpin bias peringkat terhadap lebih banyak wisatawan salju wanita. Jepang (83%) dan India (70%) masih didominasi laki-laki,” tulis rilis yang diterima Medcom.id.


(Club Méditerranée, atau lebih sering dikenal dengan sebutan Club Med, yaitu sebuah perusahaan Prancis yang bergerak dibidang resor dan memiliki beberapa cabang di seluruh dunia-biasanya terdapat di lokasi eksotis. Foto: Dok. Club Med Indonesia)

Lebih dari Sekedar Ski
 
Tidak seperti di Amerika Utara dan pasar Eropa yang sangat ski dan snowboard sentris, pelancong Asia Pasifik mencari pengalaman salju yang jauh lebih beragam, terkadang tanpa ski atau snowboard sama sekali.
 
Dengan makanan ada di jantung banyak budaya Asia, tidak mengherankan melihat mereka makan makanan lokal (53%) berada di atas daftar, diikuti dengan menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman (51%) dan kegiatan menyenangkan lainnya di gunung (50%) pembulatan dari tiga besar.

Atraksi lokal (47%) dan kontak dengan alam (47%) juga merupakan pertimbangan yang populer. Spa masuk ke dalam 10 aktivitas teratas untuk liburan yang lengkap dengan resor yang dilengkapi dengan akses ke semua fasilitas yang diperlukan.
 
Secara signifikan, 29% juga menyatakan tidak melakukan apa pun sebagai alasan untuk pergi ke destinasi gunung yang menunjukkan keinginan untuk menjauh dari itu semua dan menikmati lingkungan mereka.


(China adalah pasar penggemar salju terbesar di dunia, diikuti oleh India dan Jepang. Foto: Dok. Club Med Indonesia)

Jatuh Cinta dengan Jepang, Korea dan Swiss
 

Sembilan dari 11 pasar memilih Jepang sebagai pilihan utama untuk liburan bersalju di wilayah tersebut. Dikenal karena pemandangannya, kegiatannya yang beragam, butiran salju serta masakannya, pecinta salju pun berbondong-bondong ke Hokkaido di Jepang.
 
Setelah Hokkaido, resor di Korea Selatan rupanya sangat menarik bagi pasar Asia dan menempati urutan kedua, sementara pendatang baru China mengekor di posisi keempat. Dengan berakhirnya Olimpiade Musim Dingin di PyeongChang, Korea Selatan pada tahun 2018 dan Olimpiade Musim Dingin Beijing pada tahun 2022 mendatang, animo terhadap kedua destinasi tersebut pun terus ditingkatkan.
 
Kejutan datang dari Swiss yang menempati posisi ketiga secara regional dan peringkat pertama untuk tujuan jangka panjang.
 
Untuk orang India yang menggilai salju, Swiss merupakan tujuan yang paling diminati, di mana sebagian faktor pendorongnya yakni popularitas negara tersebut dalam layar Bollywood. Sementara itu, St Moritz di Swiss menjadi tujuan jangka panjang pertama bagi orang Asia yang mencari liburan bersalju.
 
Rata-rata, 78 persen turis Asia-Pasifik tinggal lebih dari empat malam dan 50 persen dari mereka menghabiskan setidaknya USD300 per hari per orang.
 
Di Asia Pasifik, hotel dan resor adalah pilihan utama akomodasi, dengan 90 persen populasi memilih kedua tempat ini. Para pelancong kelas atas dari Asia pun memprioritaskan kenyamanan saat berwisata salju.
 
Selama setahun terakhir, Club Med adalah pemimpin pasar dalam hal liburan musim salju (brand nomor satu) di Hong Kong, Singapura, dan Indonesia di kategori kelas atas, dengan 70 ribu pelancong mengunjungi resor pegunungannya di seluruh dunia. Club Med tumbuh 60 persen dibanding tahun lalu-semakin menuju tempat teratas di seluruh pasar Asia Pasifik.

(TIN)

Terbang dan Nikmati Kenyamanan Layaknya Seperti dalam Keranjang Bayi

Jakarta: Pernahkah Anda membayangkan terbang berjam-jam lalu bisa tidur senyaman seperti berada di dalam keranjang bayi? Bukan mimpi dan khayalan karena maskapai penerbangan All Nippon Airways (ANA) memiliki business class seat senyaman seperti Anda sedang beristirahat di dalam keranjang bayi.

Tak berlebihan karena ANA mengeluarkan dua jenis business class seat. Staggered seat yaitu seat yang dapat dibaringkan sampai 180 derajat atau sering juga disebut full-flat bed. ANA adalah maskapai penerbangan Jepang pertama yang memiliki seat yang dapat dibaringkan sampai 180 derajat dan disusun secara berbaris.

Selain full-flat bed, kursi ini juga memiliki beberapa fungsi seperti tempat penyimpanan untuk barang besar di bawah layar dan tombol “Do not disturb” yang dapat dinyalakan apabila ingin beristirahat.

Staggered seat ini dapat dinikmati pada penerbangan malam hari Jakarta-Haneda (NH856) dan semua penerbangan dari Jepang untuk tujuan 11 kota di Amerika dan 6 kota di Eropa.

(Baca juga: Mengintip Hotel ala Backpacker di Asahikawa, Jepang)


(Staggered seat yaitu seat yang dapat dibaringkan sampai 180 derajat atau sering juga disebut full-flat bed. Foto: Dok. Vector Indonesia)

Yang kedua adalah Cradle seat, di mana penumpang dapat beristirahat di kursi yang luas dengan lebar 59 inch dan tidur dengan nyaman seperti di keranjang bayi. Tempat meletakkan kaki atau yang biasa disebut footrest pada seat ini dapat diatur sampai 4 cara.

Cradle seat ini dapat dinikmati pada rute penerbangan Jakarta-Narita (NH836) maupun Jakarta-Haneda (NH872) yang berangkat pada pagi hari dari Jakarta-tipe pesawat mungkin dapat berubah sewaktu-waktu.

Dan kemewahan serta kenyamanan kedua business class seat di atas dijumpai tim Medcom.id di pameran HSBC-ANA Business Class Seat Showcase & Travel Fair yang diselenggarakan di Grand Ballroom 3, Pullman Hotel Central Park yang berlangsung dari Kamis, 18 Oktober 2018 sampai Minggu, 21 Oktober 2018.

Pameran business class seat yang bekerja sama dengan PT HSBC Indonesia ini disebutkan oleh Mr. Nishigori, selaku Chief Representative, All Nippon Airways, Jakarta adalah ingin mengenalkan kualitas servis business class secara langsung. “Agar customer di Indonesia mendapatkan pengalaman terbang yang lebih nyaman,” ungkapnya.

Dewi Tuegeh, SVP & Head of Customer Value Management, PT HSBC Indonesia mengatakan, “Kami berkolaborasi dengan ANA dikarenakan saya melihat adanya kesamaan dalam visi untuk memberi pengalaman terbaik kepada customer. Untuk customer yang memiliki antusiasme tinggi dalam traveling, bukan hanya di Asia, kami juga memfasilitasi penerbangan untuk ke Amerika. Kolaborasi ini akan memberi nilai yang akan dinikmati para customer.”


(Cradle seat, di mana penumpang dapat beristirahat di kursi yang luas dengan lebar 59 inch dan tidur dengan nyaman seperti di keranjang bayi. Tempat meletakkan kaki atau yang biasa disebut footrest pada seat ini dapat diatur sampai 4 cara. Foto: Dok. Vector Indonesia)

“Kami memastikan kenyamanan penumpang dalam perjalanan. Kami juga menawarkan untuk rileksasi penumpang selama perjalanan seperti piyama, sandal, baju hangat, dan berbagai amenities lainnya. Di kursi business class kami penumpang boleh merasa nyaman dalam melakukan perjalanannya ke Jepang atau ke Amerika Utara. Dan per tanggal 12 November 2018 kami akan beroperasi dari Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta,” tambah Raymond Tjia, Manager of Sales & Marketing, All Nippon Airways, Jakarta.
 
Santapan Business Class Standar Jepang

Tak lengkap jika tak mengetahui siapa di balik setiap santapan yang tersedia dalam penerbangan ANA. Adalah Purantara Inflight Catering telah menjadi solusi provider makanan selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2015 untuk penerbangan ANA dari Jakarta ke Narita/Haneda.

Di balik dapur Purantara Inflight Catering, chef asal Jepang Kenzo Yoshikawa menerapkan metode Jepang untuk memastikan pengiriman makanan yang tepat waktu disertai pemilihan bahan baku yang dengan sigap dapat menanggapi permintaan customer.
 
Sesuai dengan International Food Safety Standard, Purantara Inflight Catering juga mengimplementasikan ISO 22000:2005 Food Safety Management System dengan penerapan prinsip HACCP yang disertifikasi SAI Global Australia.

Dan sebagai tambahan, Purantara Inflight Catering juga menyediakan Halal food, yang juga telah disertifikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang diperbaharui setiap dua tahun sekali. Jadi sudah siapkah Anda untuk terbang? Karena terdapat penawaran spesial dari HSBC Indonesia di travel fair dengan menggunakan kartu kredit HSBC.

(TIN)